Categories
Motivasi

Pesugihan vs Passive Income

Di sebagian masyarakat pedesaan, ketika ada orang yang kelihatan tidak bekerja namun kaya raya dan hartanya terus bertambah, kecurigaan mengarah kepadanya. “Dia punya pesugihan,” demikian isu yang menyebar dari mulut ke mulut.

Sewaktu masih kecil, terkadang terdengar isu itu dari pembicaraan orang-orang dewasa. Saya tidak bisa memastikan benar salahnya. Husnudhan tentu lebih baik.

Kini, setelah berinteraksi dengan banyak orang dan di antaranya ada orang-orang kaya yang tampak seperti tidak “bekerja”, saya menemukan fakta menarik.

Passive income. Itu kata kunci agar kita bisa berpenghasilan besar tanpa perlu tampak bekerja sebagaimana umumnya. Money working for you, kata Robert T Kiyosaki ketika menjelaskan kuadran kanan ini.

Ada teman yang sehari-hari tampak santai di rumah. Ia banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga, anak-anak dan hobinya. Rupanya, ia punya bisnis yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Perintahnya cukup melalui telepon, kecuali rapat-rapat strategis yang ia harus datang sendiri. Ia juga punya sejumlah properti yang disewakan. Passive income.

Seorang ayah mengadu kepada salah seorang Ustadz. “Anak saya dituduh punya tuyul, Ustadz. Soalnya tiap hari di rumah. Sarungan. Tapi ia bisa beli rumah besar dan mobil baru.”

“Bapak sudah bertanya kepadanya?”

“Iya Ustadz. Katanya ia bisnis online.”

Sang Ustadz yang sedikit banyak tahu bisnis online itu pun menjelaskan kepada bapak tersebut. Bahwa sangat memungkinkan mendapat banyak uang dari bisnis online tanpa harus keluar rumah.

Namun jangan dikira semuanya tanpa usaha sama sekali. Investasi membutuhkan modal dan ilmu tersendiri. Bisnis online juga awalnya perlu dibangun dengan meluangkan waktu dan menggunakan ilmu tersendiri. Ketika melampaui level tertentu, ia baru bisa menjadi passive income. Sebagaimana penulis yang bekerja cerdas menghasilkan buku best seller. Ketika buku itu berkali-kali dicetak, saat itulah ia menjadi passive income melalui royalti yang didapatkan.

Pemasukan dari passive income seperti itu bisa menjadi passive income lagi ketika dibelikan aset yang kemudian disewakan atau diinvestasikan secara tepat.

Yang paling utama, semuanya berjalan atas izin Allah. Dialah Maha Pemberi Rezeki. Maka mohonlah kepadaNya agar dikaruniai rezeki yang barakah. Rezeki yang berbuah kebaikan; jadi bekal ibadah, bisa berbagi dengan zakat-infaq-sedekah. Bermanfaat bagi sesama.

Sembari berusaha membangun passive income dengan berbagai cara yang diridhai-Nya. Membangun bisnis yang tidak tergantung kehadiran ownernya, memperbanyak “royalti” dan “hak paten”, membangun bisnis online yang menghasilkan passive income seperti monetisasi berbasis SEO, investasi dan membangun aset bukan liabilitas. Gunakan seluruh potensi dari-Nya. Jangan hanya kerja keras, namun juga harus kerja cerdas dan kerja ikhlas. [Muchlisin BK]

Categories
Google Adsense Motivasi

Kisah Sukses Bisnis Online Dikira Pelihara Tuyul

Banyak hal menarik dalam acara Adsense Mini Gathering yang digelar di Surabaya, Rabu 4 Mei 2016. Selain bertemu dengan Staf Google Adsense dari Singapura dan mendapat banyak tips darinya, saya juga bertemu dengan banyak publisher hebat yang boleh dikata telah sukses bisnis online.

Meski acara digelar di Surabaya, para publisher yang hadir datang dari berbagai kota. Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Bangkalan, Semarang, hingga Yogyakarta. Yang unik, sejumlah peserta pernah mengalami pengalaman serupa; dicurigai memelihara tuyul atau memiliki pesugihan.

Kisah Sukses Bisnis Online Mas Labib

Salah seorang yang pernah mengalaminya adalah Mas Labib. Kami menyebutnya Suhu senior. Pasalnya ia telah terjun di dunia bisnis online, khususnya menjadi publisher Google Adsense, sejak tahun 2008.

Pria yang tinggal di Surabaya ini tidak kelihatan bekerja sebagaimana orang umumnya. Ia juga tidak ngantor.

“Saya sering tidur siang dan berjaga di malam hari,” kata Mas Labib menceritakan kebiasaannya.

Nah, karena kehidupan yang tidak normal itulah sebagian tetangganya mulai bertanya-tanya. Apalagi secara ekonomi, kehidupan Mas Labib semakin membaik.

“Yang paling penting, saya bisa bebas waktu,” lanjutnya.

Bukan hanya dikira memelihara tuyul, ada pula orang yang mencurigai Mas Labib sebagai bandar narkoba. Karena itu tadi; sering di rumah, aktifitas kerja tidak terlihat jelas dan sering melekan (tidak tidur di malam hari). Padahal, Mas Labib termasuk sosok yang suka dzikir. Bahkan di fan page-nya yang membahas teknologi, foto sampulnya adalah kalimat-kalimat thayyibah.

Bisnis Online dengan Google Adsense, Tips dari Mas Labib

Bisnis online sebenarnya sangat luas. Mulai dari toko online hingga bisnis online berbasis konten. Bisnis online berbasis konten inilah yang didalami Mas Labib. Selain memasang iklan mandiri, ia mengandalkan Google Adsense.

Delapan tahun sudah Mas Labib bermain Google Adsense. Banyak pengalaman yang ia dapatkan. Pernah di-banned juga.

Mas Labib memiliki sejumlah website. Salah satu tips yang ia bagikan adalah “satu website satu niche.” Karenanya ia memiliki website teknologi, website islam, dan website lainnya. Masing-masing website membahas topik tertentu sesuai dengan nama domainnya.

Di antara sekian website Mas Labib, salah satu terbesarnya adalah website teknologi. Saya tidak menyebutkan alamat domainnya di sini. Yang luar biasa, ia jarang menulis di website itu. Saya lihat, posting terakhir pada Februari 2016. Empat bulan yang lalu. Meski demikian, visitornya terus mengalir. Mayoritasnya dari mesin pencari, Google.

Saya lihat website lainnya juga sama. Jarang posting. Namun, traffic cenderung stabil karena mayoritasnya dari Google.

Bisnis Online jadi Passive Income

Bisnis online yang dilakukan Mas Labib sudah bisa disebut passive inc0me. Jarang menulis, tetapi penghasilannya tetap mengalir.

Polanya bisa dicontoh. Membangun website dengan mayoritas visitor berasal dari search engine, utamanya Google. Sehingga traffic stabil meskipun jarang posting. Ini yang belum bisa saya lakukan.

Ketika bisnis online sudah menjadi passive income, maka waktu kita lebih bebas. Kita bisa berbagi ilmu dengan pebisnis pemula, bisa melakukan pemberdayaan ekonomi, bisa berdakwah dan membantu masyarakat tanpa terhambat oleh pertanyaan semacam: “Kalau saya tidak masuk kerja, gaji saya terpotong”, “Kalau saya di sini dan toko saya tutup, saya bisa rugi”, dan sejenisnya.

Selain Mas Labib, banyak publisher lain yang memiliki cerita-cerita unik. Tapi untuk kali ini, cukup cerita dari Mas Labib saja ya yang saya share. Semoga menginspirasi kita. [Muchlisin BK/Bisnisonlineplus.com]

Categories
Motivasi

Memulai Bisnis Online

Semakin lama, bisnis online semakin menjanjikan. Baik bisnis online murni maupun bisnis online sebagai sebuah penguat dan pendukung dari bisnis offline yang telah ada.

Mengapa? Jumlah pengguna internet terus bertambah. Di awal tahun 2015 ini, jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 73 juta orang. Dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Artinya pangsa pasar bisnis online makin luas.

Bisnis Online Murni

Yang dimaksud dengan bisnis online murni adalah bisnis online yang tidak memerlukan bisnis offline. Jenisnya bermacam-macam. Yang paling mudah dijumpai adalah bisnis online berbasis konten. Yakni membuat website atau blog kemudian dipasangi iklan baik iklan PPC (pay per click) seperti Google Adsense, iklan afiliasi seperti Amazon, maupun iklan mandiri.

Termasuk bisnis online murni adalah membuat toko online. Murni online, tanpa adanya toko nyata sebelumnya. Jangan salah sangka, meskipun tanpa toko dan gudang secara fisik, toko online mampu meraup omset besar. Sebagai contoh, raihanshop.com yang baru didirikan sekitar satu tahun dan alexa-nya sekitar 1.200.000, omsetnya telah mencapai Rp 450 juta sehari. Fantastis!

Bisnis online murni yang lain misalnya adalah membuat software, startup, template, atau plugin dan kemudian dijual secara online. Bayangkan saja, sebuah template di Themeforest bisa terjual 10.000 copy @ $48. Berarti omsetnya mencapai $480.000. Luar biasa!

Bisnis Online Pendukung

Bisnis online pendukung maksudnya adalah bisnis online yang difungsikan sebagai penunjang bisnis offline yang telah ada, atau sebagai sarana marketing. Misalnya sebuah toko baju yang semula hanya melayani kota tertentu. Dengan membuat toko online, customer-nya menjadi jauh lebih luas dan tidak dibatasi oleh kota dan provinsi. Bisa lintas pulau bahkan lintas negara.

Seorang teman yang memiliki sebuah toko baju mengungkapkan, omset tokonya meningkat signifikan setelah ia membuat toko online. Teman lain yang seorang agen busana muslim juga mengalami hal yang sama. Dengan membuat toko online, toko baju yang biasanya setelah Idul Fitri sepi beberapa bulan tahun ini hampir tiap hari selalu ada pembeli; dari online.

Jadi, apa yang Anda tunggu? Yuk kita mulai bisnis online. [Bisnisonlineplus.com]