Browsing Tag

adsense

Google Adsense, Motivasi

Kisah Sukses Bisnis Online Dikira Pelihara Tuyul

May 6, 2016

Banyak hal menarik dalam acara Adsense Mini Gathering yang digelar di Surabaya, Rabu 4 Mei 2016. Selain bertemu dengan Staf Google Adsense dari Singapura dan mendapat banyak tips darinya, saya juga bertemu dengan banyak publisher hebat yang boleh dikata telah sukses bisnis online.

Meski acara digelar di Surabaya, para publisher yang hadir datang dari berbagai kota. Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Bangkalan, Semarang, hingga Yogyakarta. Yang unik, sejumlah peserta pernah mengalami pengalaman serupa; dicurigai memelihara tuyul atau memiliki pesugihan.

Kisah Sukses Bisnis Online Mas Labib

Salah seorang yang pernah mengalaminya adalah Mas Labib. Kami menyebutnya Suhu senior. Pasalnya ia telah terjun di dunia bisnis online, khususnya menjadi publisher Google Adsense, sejak tahun 2008.

Pria yang tinggal di Surabaya ini tidak kelihatan bekerja sebagaimana orang umumnya. Ia juga tidak ngantor.

“Saya sering tidur siang dan berjaga di malam hari,” kata Mas Labib menceritakan kebiasaannya.

Nah, karena kehidupan yang tidak normal itulah sebagian tetangganya mulai bertanya-tanya. Apalagi secara ekonomi, kehidupan Mas Labib semakin membaik.

“Yang paling penting, saya bisa bebas waktu,” lanjutnya.

Bukan hanya dikira memelihara tuyul, ada pula orang yang mencurigai Mas Labib sebagai bandar narkoba. Karena itu tadi; sering di rumah, aktifitas kerja tidak terlihat jelas dan sering melekan (tidak tidur di malam hari). Padahal, Mas Labib termasuk sosok yang suka dzikir. Bahkan di fan page-nya yang membahas teknologi, foto sampulnya adalah kalimat-kalimat thayyibah.

Bisnis Online dengan Google Adsense, Tips dari Mas Labib

Bisnis online sebenarnya sangat luas. Mulai dari toko online hingga bisnis online berbasis konten. Bisnis online berbasis konten inilah yang didalami Mas Labib. Selain memasang iklan mandiri, ia mengandalkan Google Adsense.

Delapan tahun sudah Mas Labib bermain Google Adsense. Banyak pengalaman yang ia dapatkan. Pernah di-banned juga.

Mas Labib memiliki sejumlah website. Salah satu tips yang ia bagikan adalah “satu website satu niche.” Karenanya ia memiliki website teknologi, website islam, dan website lainnya. Masing-masing website membahas topik tertentu sesuai dengan nama domainnya.

Di antara sekian website Mas Labib, salah satu terbesarnya adalah website teknologi. Saya tidak menyebutkan alamat domainnya di sini. Yang luar biasa, ia jarang menulis di website itu. Saya lihat, posting terakhir pada Februari 2016. Empat bulan yang lalu. Meski demikian, visitornya terus mengalir. Mayoritasnya dari mesin pencari, Google.

Saya lihat website lainnya juga sama. Jarang posting. Namun, traffic cenderung stabil karena mayoritasnya dari Google.

Bisnis Online jadi Passive Income

Bisnis online yang dilakukan Mas Labib sudah bisa disebut passive inc0me. Jarang menulis, tetapi penghasilannya tetap mengalir.

Polanya bisa dicontoh. Membangun website dengan mayoritas visitor berasal dari search engine, utamanya Google. Sehingga traffic stabil meskipun jarang posting. Ini yang belum bisa saya lakukan.

Ketika bisnis online sudah menjadi passive income, maka waktu kita lebih bebas. Kita bisa berbagi ilmu dengan pebisnis pemula, bisa melakukan pemberdayaan ekonomi, bisa berdakwah dan membantu masyarakat tanpa terhambat oleh pertanyaan semacam: “Kalau saya tidak masuk kerja, gaji saya terpotong”, “Kalau saya di sini dan toko saya tutup, saya bisa rugi”, dan sejenisnya.

Selain Mas Labib, banyak publisher lain yang memiliki cerita-cerita unik. Tapi untuk kali ini, cukup cerita dari Mas Labib saja ya yang saya share. Semoga menginspirasi kita. [Muchlisin BK/Bisnisonlineplus.com]